APA AGENDA KITA?
Masyarakat negara-negara maju sudah mulai kehilangan eksistensi keluarga. Hubungan antara keluarga bukan lagi hubungan kasih sayang, namun sudah merupakan hubungan perilaku ekonomi. Suami harus menanggung beban kehidupan istri dan anak. Sementara bila istri tidak ingin mengalami tekanan dari suami maka ia harus mandiri secara ekonomi. Anak pun menjadi beban bagi orang tua. Biaya kehidupan mereka merupakan masalah besar bagi orang tua. Anak-anak pun harus bisa membuat target di usia berapa mereka akan dapat mandiri. Alhasil tumbuhlah manusia-manusia individualis yang hanya peduli pada nasib sendiri.
Ketika usia orang tua semakin bertambah dan mengalami kerentaan, anak-anak hanya bertanggung jawab dengan menitipkannya ke panti jompo yang akan melayani kebutuhan fisik mereka. Karena selama ini pemahaman yang mereka peroleh bahwa manusia hanya perlu pemuasan kebutuhan fisik. Tidak ada pemahaman bahwa manusia terdiri dari jiwa dan raga. Jiwa pun memerlukan asupan agar ia tidak mengalami defisiensi. Orang tua yang tinggal dipanti jompo hanya akan memperoleh asupan raga namun jiwanya kering karena ia telah ditelantarkan oleh keluarganya.
Negara-negara maju juga menawarkan konsep keluarga yang bervariasi. Hal ini, menurut mereka, sebagai penghargaan terhadap hak asasi manusia. Padahal sebenarnya itulah yang merusak manusia. Kerusakan masyarakat dinegara-negara maju kini pun ditularkan kenegara-negara berkembang. Indonesia negara kita tercinta dengan penduduk mayoritas muslim terbesar didunia, merupakan sasaran tepat bagi propoganda mereka. Apalagi agenda reformasi itu sendiri terhambat sementara euphoria dari reformasi menjadi salah kaprah. Umat islam di indonesia harus mengahadapi banyak agenda permasalahan umat. Kemiskinan merajalela, jumlah pengangguran bertambah, kebobrokan moral pun bertebaran, pertikaian semakin mudah terjadi, korban pengungsian terlantar. Kenyataan ini membuat kita harus mempersiapkan diri agar tidak terpuruk pada kehinaan dan kemiskinan bahkan menajdi objek-objek negara maju yang sekali lagi, tidak pernah dengan sungguh-sungguh ingin memajukan negara kita. Apalagi dengamn mayoritas muslim kita dikhawatirkan menjadi awal kebangkitan islam yang merupakan momok bagi mereka. Kebangkitan islam adalah teror abadi bagi mereka, karena itu sejak dini mereka mencap terorisme kepada umat islam.
Islam diturunkan kedunia sebagai rahmat bagi seluruh alam, apalagi bagi manusia. Kesempurnaan islam sebenarnya solusi bagi seluruh permasalahan di muka bumi. Hanya saja umat islam belum mampu mengupas tuntas segala problema kehidupan dengan perangkat yang sudah disediakan Allah SWT. Sementara saat ini umat islam mayoritas menjadi penduduk negara-negara berkembang yang terpuruk karena kemiskinann dan tekanan dunia barat. Lalu apa agenda kita sebagai umat islam? Apakah kita masih terus bertahan pada posisi dilematis menghadapi tekanan dunia barat? Apakah kita tidak dapat merumuskan solusi alternatif mengahdapi dominasi dunia barat?
Begitu banyak kesempurnaan islam yang belum disosialisasikan menjadi perangkat lunak pemecahan masalah manusia. Sehingga begitu banyak agenda permasalahan yang harus diselesaikan. Tugas kita bersama untuk keluar dari labirin permasalahan yang diciptakan oleh manusia-manusia yang tidak mengenal sistem kebenaran yaitu Islam dan menyuarakan kebenaran itu. Kebangkitan islam di depan mata, kita harus meraihnya. Mati syahid adalah impian kita. Allahu AKbar! (walllahu a'lam bishawab).
alfinhidayaturrahmika el-Baihaqi
alvinelbaihaqi@gmail.com
alfinelbaihaqi.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar